SYAATTT..! BUMM!!! Lelaki berpakaian silat PD itu pun jatuh terjerembab. Seorang polisi Belanda dengan pongahnya mengunci segala gerak pesilat itu. Mati kutu sudah. Tidak bisa bergerak. Peristiwa itu terjadi di Markas Kepolisian Amsterdam Amstelland, Belanda pada 21 November 2008 lalu.
Ada apa gerangan kok seorang pesilat PD bisa mati kutu di tangan polisi Belanda? Apakah ia pelaku kriminal?
Oo... bukan! Itu adalah demontrasi silat PD. Kebetulan Jan adalah anggota PD Belanda yang juga berprofesi sebagai polisi. Jan pernah berkunjung ke Indonesia pada tahun 1980-an. Ia kini aktif melatih di Hilversum.
Jan pula yang berusaha memamerkan teknik silat di depan para polisi. Di Markas Kepolisian Amsterdam itu ada acara rutin tahunan yang menjadi semacam ritual pamer beladiri. Sudah bertahun-tahun ajang pamer seni beladiri itu hanya diisi oleh karate, judo, krav marga, jiu jitsu, ataupun kick boxing.
Baru pada tahun 2008 itu Jan unjuk gigi, menampilkan beladiri silat! Tidak tanggung-tanggung, ia mengajak serta saudara-saudara perguruannya seperti Mas Perry Coppiens, Mas Ruud van Galen, Mas Iwan, Jeroen, Jelle, Maurice Vincent, Marlous, dan Bas.
Ajang pamer beladiri itu memang hanya untuk kalangan internal polisi. Dari polisi untuk polisi. Begitu kira-kira.
Setiap jenis beladiri diberi waktu 10 menit. Nah, Jan tampil lebih dulu memainkan segala jenis teknik silat PD selama tiga menit. Jan tampil dengan seragam polisi lengkap. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Jan menggunakan waktu 'hanya 3 menit!' untuk menunjukkan kehebatan Silat PD. Ia menampilkan kebolehan teknik-teknik PD seperti menghindar, menolak, termasuk cara mengatasi serangan yang membabi-buta.
Sebagai partner demontrasi tentu saja saudara PD lainnya.
Lalu tujuh menit sisanya diisi bersama dengan saudara-saudara perguruannya. Ada teknik pertarungan toya melawan toya. Deru suara toya maupun hempasan toya ke lantai karena luput menerpa sasaran, mengejutkan para polisi yang menonton. Bukan itu saja, silat PD juga memamerkan teknik Serang Hindar, rangkaian dasar pedang, dan juga tawuran.
Para polisi terlihat sangat antusias melihat tampilan demo itu. PD Nederland berharap dengan demo itu maka akan banyak anggota polisi yang akan berlatih PD.
PD Belanda secara resmi menjadi komisariat pada tahun 1979. Sementara banyak anggota sebenarnya telah berlatih PD beberapa tahun sebelumnya. Bahkan PD Belanda itu pernah melawat ke Yogyakarta pada tahun 1980. Mas Ronny (PD), salah satu andalan tim silat Belanda waktu itu, sempat mengalahkan jago dari Yogyakarta dengan telak dengan teknik supit udangnya.
Beberapa pelatih PD Negeri Kincir Angin ini secara periodik datang ke Indonesia untuk menimba ilmu dari sumbernya langsung. Bahkan pada Invitasi Internasional Silat PD pertama kali di Semarang tahun 1989, para jago dari Belanda ini memboyong empat emas. Kemudian secara rutin PD Belanda mengirimkan pesilatnya untuk selalu berlaga di arena Invitasi Internasional Silat PD.
Dan jangan mencoba bermuat macam-macam di Negeri Belanda bila bertemu polisi. Anda harus berpikir tujuh kali bila bertemu teknik papasan a la polisi Belanda itu. (*)
